untuk setiap masa PMS ku datang, kau selalu bersabar dengan perubahan emosi yang seperti roller-coaster ini
untuk setiap kesedihanku, selalu ada pundakmu tempat aku sekedar bersandar dalam keheningan (dan itu yg paling aku butuhkan)
untuk setiap kemarahanku, kau tunjukkan pengertian yang begitu besar dengan hanya diam menerima itu semua hingga kemarahan ku reda
untuk setiap kegembiraanku, betapa kau berikan dukungan yang luar biasa hingga semua itu dapat terwujud
untuk setiap sakitku, hingga kau rela berkubang dalam segala kotoran biologis, pakaian bertumpuk untuk kau cuci, dan memandikanku saat ku tak mampu mandi sendiri
untuk setiap impianku, yang kau bantu untuk dapat merealisasikannya
untuk setiap pagiku, kau tak marah hanya karena kopi belum ku buat, sarapan tidak ada, dan rokok yang kuhabiskan sendiri
untuk setiap siangku, kau terpaksa makan diluar terus padahal buatku masak hanya hal sepele sebenarnya dan kau bisa memakluminya saja
untuk setiap malamku, saat aku butuh fokus pada kerjaanku, tak ada keluhan dari mu untuk menemani di kasur
untuk anak kita, yang manis dan cantik
untuk pelukan dan airmata mu yang tulus, saat ku ceritakan setiap detik kelahiran anak kita
untuk kekhilafan yang pernah kau buat di masa lalu namun kau akhirnya berubah
untuk dukungan yang begitu besar dalam menghadapi keluargamu yang tak setuju dengan kita
untuk amarahmu, pada setiap mereka yang mencoba mengganggu hubungan kita
untuk pengertianmu, kita bisa menjalani semua ini dengan keyakinan kita masing-masing
untuk kesediaanmu mau terperangkap selamanya bersama ku till’ death do us part (?)
entahlah…
Makasih Papski, cinta ku, kasih ku, sayang ku…
Untuk semuanya…
3 comments ↓
cinta memang penuh misteri dan pengorbanan, tetapi sebenarnya apa yang manusia cari? Hanya sebuah kata cinta.
@ipim:
susah mendeskripsikannya.
cinta tu kayak apa..
harus seperti apa..
entahlah..
Thank God you’ve found him …
I still bended on my knees, on my prayer, on my tears, whispering .. That i’ll found him someday …
Leave a Comment