Entries Tagged 'Untuk Papi' ↓
September 8th, 2008 — Cinta, Untuk Papi

Pusing, bingung, galau… semuanya deh
Dari awal, perasaan ini sudah selalu ada. Tapi, waktu terus berjalan tanpa disadari.
Kau dan aku selalu bersama, setelah ada si kecil. Sempat terbersit dalam pikiran, bahwa ini hanya keterpaksaan yang harus dijalani.
Masih ku ragu akan cinta mu. Itu pasti. Entahlah sampai kapan akan begini.
Saat aku tiba pada keyakinan yang pasti, kau hancurkan lagi semua itu.
Dan aku pun terus memaafkan mu.
Aku sadar, Tuhan gak salah milih ngasih cobaan seberat ini pada diriku.
DIA tahu. Aku kuat dan sanggup melewati semuanya ini.
Sekarang, aku hanya bisa menanti sebuah kepastian.
Akan kemana semua ini mengarah.
Supaya kau tahu sayang, aku tetap menyayangi mu.
Aku selalu mencintai mu, meskipun cinta mu pada ku belum ku rasa sepenuhnya.
Tapi ku harap, untuk saat ini, biarlah cinta dari ku bisa cukup untuk kita bertiga.
Berbagi
Juli 20th, 2008 — Cinta, Untuk Papi
untuk setiap masa PMS ku datang, kau selalu bersabar dengan perubahan emosi yang seperti roller-coaster ini
untuk setiap kesedihanku, selalu ada pundakmu tempat aku sekedar bersandar dalam keheningan (dan itu yg paling aku butuhkan)
untuk setiap kemarahanku, kau tunjukkan pengertian yang begitu besar dengan hanya diam menerima itu semua hingga kemarahan ku reda
untuk setiap kegembiraanku, betapa kau berikan dukungan yang luar biasa hingga semua itu dapat terwujud
untuk setiap sakitku, hingga kau rela berkubang dalam segala kotoran biologis, pakaian bertumpuk untuk kau cuci, dan memandikanku saat ku tak mampu mandi sendiri
untuk setiap impianku, yang kau bantu untuk dapat merealisasikannya
untuk setiap pagiku, kau tak marah hanya karena kopi belum ku buat, sarapan tidak ada, dan rokok yang kuhabiskan sendiri
untuk setiap siangku, kau terpaksa makan diluar terus padahal buatku masak hanya hal sepele sebenarnya dan kau bisa memakluminya saja
untuk setiap malamku, saat aku butuh fokus pada kerjaanku, tak ada keluhan dari mu untuk menemani di kasur
untuk anak kita, yang manis dan cantik
untuk pelukan dan airmata mu yang tulus, saat ku ceritakan setiap detik kelahiran anak kita
untuk kekhilafan yang pernah kau buat di masa lalu namun kau akhirnya berubah
untuk dukungan yang begitu besar dalam menghadapi keluargamu yang tak setuju dengan kita
untuk amarahmu, pada setiap mereka yang mencoba mengganggu hubungan kita
untuk pengertianmu, kita bisa menjalani semua ini dengan keyakinan kita masing-masing
untuk kesediaanmu mau terperangkap selamanya bersama ku till’ death do us part (?)
entahlah…
Makasih Papski, cinta ku, kasih ku, sayang ku…
Untuk semuanya…
Berbagi
Juni 18th, 2008 — Cinta, Sedih, Untuk Papi
Telah letih langkahku dan terasa berat
cukup banyak kesalahan kubuat
dimimpiku ku dengar bunyi suaramu
yang memanggil ku pulang ke dalam hatimu
karena hanyalah hatimu
rumah terindah
Ku kan pulang tunggu aku didepan pintumu
cinta mu pada ku tuntun jalan ku
Telah letih jalan ku dan terasa berat
Ku kan pulang ke hatimu rumah terindah
Ku pulang ke hatimu
Rumah terindah
Telah letih langkahku dan terasa berat
cukup banyak kesalahan kubuat
Dimimpiku ku dengar bunyi suaramu
yang memanggil ku pulang ke dalam hatimu
karena hanyalah hatimu
rumah terindah
Shera/Pulang ke hati muÂ
Â
———————
*kapok*
**meluk dia**

Berbagi